Love...Life...

Naik Kereta Api

Naik kereta api, tuut..tuut..tuut.. Siapa hendak turut?

Kereta Api sudah tidak jaman lagi, sekarang adanya kereta listrik, atau sebut saja KRL. Nah, di sini langsung ketawan ya kalo saya kurang terkinikan (kurang update) :p Yup, KRL itu dulu sahabat saya di tahun 2003, terutama jurusan Jakarta Kota-Bogor. Sekarang KRL sudah digantikan menjadi commuter line, kereta nyaman ber-AC yg cukup murah meriah *katanya*. Kalau ada yg lupa seperti apa KRL, seperti ini gambarnya. Kotor, dicoret-coret, orangnya bergelantunganan di mana-mana.

KRL

 

Mulai tahun 2014 ini, saya harus bersahabat lagi dengan kereta, untungnya tidak pernah mengalami penuh sesaknya seperti gambar di atas. Perkenalkan, sahabat baru saya, LRT jurusan Gombak-Kelana Jaya.

kj_line_pic

Sayangnya, di Indonesia lrt seperti ini belum ada 😦 LRT inilah menjadi salah alasan favorit banyak orang yg hengkang dari Jakarta, atau Indonesia. Pak Ahok, I have faith on you buat nyelesaiin JKT MRT. Hidup Indonesia! *eh, kok jadi dramatis*

Kembali lagi ke cerita KRL, believe it or not, banyak cerita harassment dari teman-teman mengenai apa yg terjadi di dalam gerbong KRL jaman dulu, dari dicolek2 di berbagai area, ‘disundul’ barangnya cowo, sampe tiba2 dikasi pijet gratisan sebagai modus operandinya pencopet. Paling minimal dikasi ‘arm pit’-nya orang pas lagi panas2, baunya super lah. Cerita seperti inilah yg membuat saya sering bawa raket tenis atau minimal bareng dengan teman cowo ketika naik KRL. Atau, ada kejadian di luar kereta, misalnya orang tersambar kabel listrik karena duduk di atas gerbong, atau ada orang didorong keluar dari gerbong ketika kereta masih berjalan. Berita-berita seperti inilah yg akhirnya membuat ibu saya melarang keras menggunakan KRL dari semester 2 kuliah, papa anter-jemput kamu ke kosan aja tiap minggu, gitu kata ibu saya.

Dengan aktifnya pelarangan ini, sebenernya ada beberapa momen yg hilang. Pertama, hilangnya bonding sesama anker (Anak Kereta). Bonding ini berguna banget kalau ada sesama anker yg sejurusan dan pinter, jadinya ketinggalan update tugas/ujian, dan terutama catatan kuliah temen ini. Kedua, gak ada lagi acara pdkt di peron kereta. Beneran, banyak yg jadian gara2 sering naik kereta bareng. Ya udahlah, pacaran ama yg kosannya deket ajah (eh). Ketiga, hilangnya alasan terlambat kuliah karena keretanya mogok (untung gak pernah bilang keretanya pecah ban).

Nanti dilanjutkan lagi kalau teringat cerita lain di atas KRL yg udah punah ini.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s