Journey, opini

Sulitnya Mencari Tempat Tinggal di Kuala Lumpur

Kayanya lama-lama bisa jadi seri ‘Sulitnya Mencari Tempat Tinggal di…’ 🙂

Ternyata traffic ke postingan ‘Sulitnya Mencari Tempat Tinggal di Balikpapan‘ cukup ramai, walaupun dibuat di tahun 2009, sampai detik ini masih cukup ramai. Mudah-mudahan membantu teman-teman yang akan pindah ke BPN.

Tahun 2014 ini, seri dilanjutkan dengan kota lain, yaitu Kuala Lumpur (KL). Ketika awal tahun ini menyebut kata (KL), reaksi yg saya dapat, 50% mendukung, 50% lainnya mempertanyakan ‘kenapa KL?’. Reaksi yg kedua biasanya karena KL pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia, lain halnya dengan Singapore. Yah, namanya juga rejekinya dapet di KL, mau gimana lagi :p

Perburuan apartment di KL sudah dimulai dari Maret 2014, target dihuni adalah Juni 2014. Ternyata, susah ya nyarinya 😦 Variasi cari apartment di KL sangat beragam, tapi yg jadi prioritasnya adalah mau di daerah mana. Semua apartement yg masuk ke Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur sudah cukup tinggi (dibandingkan dengan JKT), apalagi pakai embel nama gedungnya mengandung ‘condominium’ dan dekat LRT station. LRT station harus jadi bahan pertimbangan yg utama, karena taksi di KL jelek, dan bus walaupun kendaraannya bagus, jadwalnya jelek, belom seperti Singapore.

Walaupun public transport di KL cukup bagus dibandingkan JKT, pelayanan taksinya sama dengan taksi jelek di JKT yg warna mobilnya so’2 mau nyamain Blue Bird. Jadi, jangan pernah ngarep dapet taksi bener di KL. Thanks to UberKL, you’re saving my life.

Lalu, issue ras di sini cukup besar, jadi jangan kaget ada aturan ‘menyewakan apartement hanya untuk ras ****’. Silahkan isi ***** dengan nama ras. Setelah beberapa lama tinggal di sini, saya jadi paham kenapa ada statement yg cukup rasis, ya karena ternyata ras juga cukup identik dengan kebiasaan mereka terhadap kebersihan. Sbg orang Indonesia, jangan kawatir, kita termasuk golongan orang yg bersih, disamakan seperti Jepang 🙂

Kesulitan lainnya dari pencarian apartement di sini adalah, foto yg disajikan di web pencarian apartment sangat tidak representatif. Contoh webnya adalah: iproperty, mudah, ibilik, etc. Selain itu, agen property nya gak semuanya ramah/baik seperti yg kita temui di Indonesia. Jadi, memang harus investasi waktu untuk datengin satu-satu calon apartment nya. Mungkin sulit buat saya karena budget sewa apartment yg tersedia gak tinggi 😦 Kalau punya budget di atas MYR5000 sih, cingcai 🙂

Unit apartment di sini belum termasuk listrik/gas/air/internet. Jadi jangan seneng dulu ya kalo dapet harga apartment yg bagus. Tapi overall biaya2 listrik/air/gas/internet lebih murah kok dari JKT, dan gak pake byar pet macam di BPN 😀 Selain biaya2 rutin, deposit di sini cukup besar, yaitu 2 bulan. Jadi, bulan pertama harus keluar biaya sewa apartment 3 bulan *hoek :(*. Di sini juga sewa minimalnya 1 tahun, kalau kurang dari 1 tahun sudah pindah, maka ada penalti dan uang deposit tidak kembali. Jadi, harus sreg banget nget 😀

Menurut saya pribadi, daerah kece buat ditinggali adalah daerah macam KLCC, Desa Pandan, dan Damansara. Sayangnya kalau di Damansara, harus banget punya mobil dan budget transport yg cukup besar. Kalau budgetnya unlimited banget, silahkan pilih daerah Embassy Row (approx. MYR 20K per month) 😀 *mimpi pagi2* :p