Love...Life...

judul itu hal tersulit dalam kegiatan menulis, setidaknya buat gw pribadi. Semua postingan di sini judulnya gak ada yg beres. Point pertama buat pengamat adalah gw gak kreatif, trus gw gak bisa fokus. Hal2 tersebut yang membuat gw sangat sadar kalo jadi penulis itu susah banget. Penulis bukan penulis novel maksud gw karena gw kalo bikin cerita datar abis. Gw pernah ingin jadi kolumnis koran berbobot kaya Kompas ato kalo bisa ke majalah kaya Times atau jadi penulis script di CNN.

Mengingat kuliah di Indonesia bagian jurnalisme belum terlalu bagus, gw gak jadi ke FISIP d. Maksud gw tidak menjelek2an mass com nya FISIP UI lho. Lagipula dunia pers di sini masih kotor, dan masyarakatnya belum mendukung kemajuan pers itu sendiri. Maksud gw adalah masyarakat belum terlalu cerdas untuk membuat filter sendiri untuk setiap berita yang ada. Hmm…kalo dirunut2 lagi lebih tepatnya belum ada yang mengajarkan.

Nanyang Technology University sebagai pusat teknologi di Asia Tenggara memiliki jurusan jurnalisme yang lebih terarah dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Ini salah satu jurusan yang menjadi tujuan gw ketika meng-apply beasiswa NTU. Tapi, bahkan meng-apply aja gw dah gak berani. Salah satu sebabnya adalah gw merasa gw bego berat dan temen2 gw yg daftar berada jauh di atas gw. Jadi….jiper deh :p Ditambah lagi sentimen negatif gw terhadap negara singapur (s kecil) sudah semakin besar. Kemudian ketika orang2 NTU presentasi di sekolah gw, mereka masih sangat dendam dengan salah satu senior gw yang tidak jadi masuk NTU padahal udah dapet beasiswa 70%. Dendam si wajar, tapi kok ngomongnya gak enak. Ditambah lagi bapak emak gak punya duit buat ngirim gw ke sana.

Dari semua alasan itu, NTU gak pernah jadi angan2 gw. Raffless High School di Singapur pernah jadi impian, yang menurut gw bisa jadi gerbang gw untuk ke Yale University *mungkin ini yg bikin gw suka banget nonton Gilmore Girls*. Di Yale ambil apa, gw mau ambil jurnalism juga. Tapi sayang sekali gw gagal di tes kedua beasiswa Raffless High dari Departemen Pendidikan Singapura. Saat tes ini, pertama dalam hidup gw, gw merasakan kalo di antara sesama manusia ada anggapan bahwa perbedaan etnis merupakan perbedaan yang sangat besar. Kalo denger Mita ngomongin UCLA, ato dengerin orang soal MIT, gw tidak terlalu tertarik untuk terus mengenyam pendidikan di bidang teknologi. Keinginan gw untuk tetap belajar menulis masih cukup besar.

Andaikan gw memiliki lebih banyak pilihan, setelah gw S1 Fasilkom, gw masih ingin kuliah. Gw masih ingin belajar bidang lain. Gw tidak menyalahkan keadaan sebagai sebab gw gak bisa melakukan hal2 yg gw mau. Tapi karena gw emang gak bisa meninggalkan yang sudah ada begitu saja. Hidup penuh dengan pilihan, walopun pilihan2 itu tidak seperti yang kita inginkan. Gw memilih untuk masih ada di sini dan mencari pekerjaan, dan mungkin menjalani kehidupan ‘normal’ seperti orang Indonesia pada umumnya.

Sebenernya apa yang membuat gw masih ingin belajar jurnalism? Alasannya simpel, karena tokoh2 yang memberikan gw inspirasi berasal dari dunia ini. Menurut gw dengan menulis gw bisa bercerita ke banyak orang mengenai yang terjadi di dunia, baik yg bersifat makro maupun mikro. Semua jalur yang pernah gw lalui atau ingin gw lalui adalah jalur2 dimana gw bisa melihat dengan lebih luas. Pilot, fotografer, IT, jurnalism adalah bidang2 yang pernah terpikirkan di dalam otak gw. Semuanya memiliki kesamaan, melihat dunia dengan lebih luas dan berbagai macam sudut pandang. Well, paling gak di Fasilkom ini gw mendapatkan sudut pandang lain mengenai manusia. Di kampus ini gw merasakan dan menemukan bahwa orang2 IT yg dulu gw pikir geeks memiliki perasaan melankolis yang tinggi, bahkan mellow. Selama 18 thn pertama dalam hidup gw, gw tidak mengenal perasaan seperti itu. I’ll miss this campus, i’ll miss you guys πŸ™‚

Journey, Love...Life...

Defining

Great Appology

For those who have suffer because of my final assignment, especially for aria and fahrian. Sorry for all trouble i’ve brought for both of you. And it hasn’t finished yet 😦

What I Want

I can’t define what i want for my life. Isn’t it a common problem, or not? Well, identity crisis is still be a problem for me. What i want is still unanswered question for me. A good, but simple advice came out from my x. “You have to come down, sit down. After that, think about things you want to do and you want to have. After that, reach it, no matter what.” I’m sure that advice was not that so special. But the fact is, he was the first person who’d ever told me about that thing. That advice didn’t become special one because it was from my x, but because of its simplicity. That was the first moment i realized that i still have no idea about things i want to do in my life.

I use to had everything planned. But, after i failed became ITB student, i had everything unplanned. Almost all of the things after i became a student in UI was done by my instinct. It’s not about i hate this university, i love this institution, maybe i’m a little bit chauvinist about this yellow things.

Safe area. Everybody does has this area. Well, i never had this area since i became this university student. How to create this area? I think i would feel safe among people i could trust. And it’s not about people around me are mean and evil. I hardly trust myself too.

Maybe it is difficult to explore what i want in my life. So, i thought it will be easier for me to disribe something i love. I love to wake up in the morning while the sun is getting up too. I love that i could go to my activity place without spending hours or facing traffic jam. For now, i could only think about this.

Works

Patterns, Rules

Dari tree beikut ini…
FPTree

Muncul pattern sebagai berikut:
kpl:8 klsKpl:P klsFre:2 klsKpl:D klsFre:0
anak:10 klsAnak:P klsFre:3 klsAnak:D klsFre:0
kpl:7 klsKpl:P klsFre:1 klsKpl:D klsFre:1
anak:10 klsAnak:P klsFre:2 klsAnak:D klsFre:1
kpl:10 klsKpl:P klsFre:6 klsKpl:D klsFre:1
Hasil Frequent Itemsets Mining :
{8 } ->P
{8 } ->D
{8 } ->P
{8 } ->D
{8 } ->D
{8 10 } ->P
{8 10 } ->D
{7 } ->P
{7 } ->D
{7 } ->P
{7 } ->D
{7 } ->D
{7 10 } ->P
{7 10 } ->D
{10 } ->P
{10 } ->D

Rules for this dataset :
{8}->0
{8}->0
{8}->0
{8}->0
{8}->0
{8,10}->0
{8,10}->0
{7}->0
{7}->0
{7}->0
{7}->0
{7}->0
{7,10}->0
{7,10}->0
{10}->0
{10}->0

Songs

One More Time

Ini lagu Kenny G feat Chante Moore. Sedih banget d.

I lie half awake
Late at night
I reach out to touch you
To feel you by my side
And I reach
And I reach
But I never get to feel you
Will I ever get to feel you again?
Again…

Just one more time
One more moment
To take you in my arms
One more chance
One more kiss
Before I wake to find you gone
One more time
Before I have to face another day
And my heart breaks…again

It’s only a dream
But it’s also real
I don’t want it to end
But I know it will
So I pray and I pray
Every night I’m on my knees
Begging for the chance to see you again
Again…

poster_sign.jpg
Gak ada duit nih 😦 mau nontonn….:(

Love...Life...

Unanswered Questions

First of all, congratz for those who can move on and get a new life πŸ™‚ I am trying to move too and i’m hoping to get through all of these miseries. When? I don’t know. Soon, i guess.

Two nights before, i had an insomnia and i haven’t taken any reveange for that unproper sleep. Stress? Well if it caused by stress, i’ll always get an insomnia. Besides, stress is my middle name πŸ˜€Β  A little CTM would be ok, wouldn’t it? Thanks for the roomates who always accompany me in my tiny room.

I had worse times. I’m not the first and i’m not the last. Many people had worse tragedy. But to be honest, it’s still give a hugh pain. Nohing either me or other could do to remove it. All i can do is made it less pain and less. It would never be healed. The feeling to be betrayed when nobody betrayed me. Nobody nor me could be blamed. Sometimes i still felt regreting those things. Nothing in this world are mine even myself, my emotion, or my thoughts. All those intengable things are not mine. I just need to walk in the line that God has made it for me. I could lose my emotion, my thoughts, but i couldn’t lose my soul. And how if the body is too weak to carry on this crazy soul? Life is a drama. I hate drama.

And after that, the question why on that rainy day. I couldn’t answer it. I chose to be silent. That was another side of life which is rarely to be found.