Misc

Sylvia

What light is light, if Sylvia be not seen?
What joy is joy, if Sylvia be not by?
Unless it be to think that she is by,
And feed upon the shadow of perfection.
Except I be by Sylvia in the night,
There is no music in the nightingale;
Unless I look on Sylvia in the day,
There is no day for me to look upon.
She is my essence, and I leave to be
If I be not by her fair influence
Foster’d, illumin’d, cherish’d, kept alive.

taken from Two Gentlemen of Verona by William Shakespeare

it stucks in my head :p

books, opini, reviews

Honeymoon with My Brother

Honeymoon With My Brother
Honeymoon With My Brother

Travelling around the world is one of my obsessions, so I bought many books about it 🙂 Honeymoon with my brother is one the books i’ve bought and read, and it’s Oprah’s recommendation :p

It’s about a brokenhearted groom managed a travelling around the world with his brother. Sounds ordinary story?? No, it’s not ordinary!! I read the Bahasa Indonesia translation version, and I could still laugh on Franz’s writting. I plan to buy the original version one, maybe I could really laugh on wits there.

Back to the description first. It’s a book by Franz Wisner who traveled with his brother. Based on the website, Franz wrote the story, and Kurt (the honeymooned brother) shot the pictures. This book is not a really travelling reference book, but stories about their experiences in many countries. Unlike any other travelling reference, I prefer to read this book if since so many advertisements in some guide books. Besides, everybody will go to places where books like this have mentioned.

My favourite part in this book is when Franz tell something about plan. I dunno really how he originally wrote (read it in Bahasa version), but i’ll try to share it.

We just throw the guideline books and plans, we just go out and excel the journey. When you really got what you’ve planned, you won’t get the thrilled anymore.

At least this part makes me rethink about everything in my life, which plans i’ve planed are really happen to me? Do I have to plan anymore? Of course I’ll keep planing, but I won’t easily get upset if some of those plans are not done as it should be 🙂

As Indonesian, I payed attention on Franz’s trip to Bali and Lombok. In this book, he wrote about the violence that had been rooting in this nation. It wasn’t really a mistake, since he visited Bali on Gusdur’s era. Well Franz, you need to visit another part of Indonesia, try Bangka Belitung or Maluku. You’ll find another great story there 🙂

balikpapan, Journey, opini

Sulitnya Mencari Tempat Tinggal di Balikpapan

Seperti judulnya, memang sulit sekali untuk mencari tempat tinggal di Balikpapan. Kalau misalkan ada seseorang yang berkata bahwa mencari tempat tinggal di JKT sulit, org tersebut harus mencoba mencari tempat tinggal di BPN 😀

Bagi warga non-BPN yg mencari tempat tinggal berupa kos-kosan/rumah kontrakan/rumah baru di BPN, sebaiknya agak ‘menurunkan’ sedikit standar kenyamanannya, khususnya yg datang dari kota besar. Ini salah satu efek mikro dari gagalnya desentralisasi pembangunan *lebay* 😀 Kualitas tempat tinggal yg tidak bisa disamakan dengan kota besar lainnya adalah minimnya pihak pengelola pada detail. Misalnya kurang perhitungan apakah air hujan akan tampyas atau tidak, di mana letak jendela yg mengakomodir sinar matahari, dsb. Selain itu, lingkungan tempat tinggal yg sehat juga gampang2 susah. Kayanya kalau tempat tinggal dekat dengan tempat yg tidak pernah berhenti ramainya, gak enak juga. Ato di tempat yg akses keluarnya susah, juga males, terlebih lagi tidak punya kendaraan pribadi. Sayang lho tidak merasakan angkot (org sini nyebutnya taxi), karena gak seruwet rebutan M44 di Kampung Melayu :p

Mengawali karir di resource company, safety first minded nih :p Kalo milih tempat tinggal kalo bisa jangan di daerah padat penduduk, terutama yg akses jalannya agak2 susah. Karena mayoritas bangunan di daerah padat terbuat dari kayu, sehingga resiko kebakaran cukup besar (amit-amit ketok meja). Dalam kurun waktu beberapa tahun di BPN, terdapat 5 kebakaran yg saya lihat sendiri. Jadi, selain kenyamanan dan harga, hargailah keselamatan dan kesehatan lebih 🙂

Cerita tadi merupakan salah satu kisah orang yang bertempat tinggal di BPN dan mengharapkan kualitas yang baik dalam segi lingkungan, kebersihan, dan kenyamanan tempat tinggal. Kalau misalkan seseorang tidak memiliki standar-standar tertentu seperti saya untuk bertempat tinggal, akan jauh lebih mudah mencarinya. Akan tetapi, tingkat kesulitannya masih jauh lebih tinggi daripada mencari tempat tinggal di JKT.

Untuk mencari tempat tinggal berupa rumah di BPN, akan memiliki suka duka tersendiri lagi. Sebagai karyawan sekelas engineer di oil company masih akan kesulitan memiliki rumah di BPN. Selain faktor harga rumah yang tidak masuk akal dan bangunannya yg berkualitas biasa2 aja, tingkat kestabilan listrik dan kualitas air di BPN masih jelek. Sebuah rumah baru bisa lengkap ada air dari PDAM dan berlistrik PLN bisa2 makan waktu 2 thn 😦

Sebagai pendatang yang sudah menetap di sini selama hampir 2 tahun, masih sulit rasanya untuk memiliki kenyamanan di kota ini. Mati lampu, kualitas air yang buruk, dan banjir merupakan issue yang masih sulit diatasi. Saya tidak mengharapkan mall gemerlap, cafe atau club mutakhir di kota ini, tapi hanya kenyamanan hidup yang manusiawi.

Di sisi lain, kota ini masih nyaman dengan tingkat kemacetan yang kecil, tentu saja jika dibandingkan dengan JKT. Kondisi masih nyaman ini akan berubah menjadi tidak nyaman karena sangat kurangnya kesadaran manusia pengguna kendaraan di BPN. Memang gila lalu lintas di JKT, tapi di sini juga kurang waras. Contoh yang paling sering adalah 2 angkot berjalan sejajar agar kedua supir bisa mengobrol, begitu pula dengan motor. Saya sendiri merasakan perbedaan yang sangat significant antara BPN di tahun 2007 dan BPN di tahun 2009.