Journey

31 August

in 2007, on the same date I signed my first long term Employment Agreement.

Three years ago, i prepared myself to live outside my hometown, being faraway from my parents. Which honestly, I couldn’t wait. It was so exciting to literally being an independent person.

Three years is still a shorter period than my student period, but it seems like forever. It took a while to recall how I was, and I’m so grateful for what kind of person I am. Still in progress to be a better human being. Well, it’s a never ending development phase, isn’t it? 🙂

opini, Works

Gross vs Nett

Saat ini di Indonesia sistem penggajian pada umumnya sudah dalam berupa Gross Income. Jadi, kalo lagi nego di company mana gitu, pihak perusahaan akan menyatakan angka salary dengan sumringah. Jadi, calon pekerja yg belum aware ama pajak (terutama fresh grad), akan senang dengan angka tersebut, padahal blom ngitung PPh + potongan buat jamsostek + dana pensiun *curhat :p *. Tapi kalau ada karyawan yg tanya pihak HRD berapa gaji bersih perbulan, pertanyaan itu akan sulit dijawab sebagai angka yg pas karena mekanisme PPh adalah perhitungan setahun, the best answer would be a range. Kenapa range? Karena bias aja gaji setiap karyawan tidak fix per bulannya. Contoh, bulan ini ada perjalanan dinas dan karyawan berhak mendapatkan allowance yg dihitung Gross. Kan tidak setiap bulan karyawan ada perjalanan dinas. Atau allowance2 lain yg sifatnya gross. Ini cuman salah satu contoh loh ya…

Di tempat saya bekerja sekarang, gaji masih disajikan dalam bentuk Nett. Jadi karyawan tidak tahu persis berapa pajak yg telah dibayarkan oleh perusahaan ke negara. Di sisi kemudahan, tentu saja karyawan tidak akan pusing dengan angka2 besar yg telah kita bayarkan ke negara (dan pajak itu buat mungkin kami gak kena efek pembangunan dari negara, atau mungkin ada saudara2 kita yg lebih membutuhkan di sana, atau sudah berhasil dibawa kabur keluar? only heaven knows lah). Tahun ini kantor tempat saya bekerja sekarang akan memberikan slip gaji berupa Gross. Hal ini tentu saja menuai banyak opini dari karyawan. Kalo menurut gw sih palingan mereka cuma agak tercengang dengan angka gross mereka. Dan tim compensation benefit di sini jungkir balik ngitung supaya tidak ada satu karyawanpun yg dirugikan. It’s one of our painful projects, technically and non technically. Ternyata gak gampang lho ngitung dari nett ke gross!! Di sisi lain, saya lebih setuju dengan sistem gross, karena secara tidak langsung memaksa karyawan, yg juga merupakan WNI lebih aware dengan pajak. Kalau sudah banyak org yg aware, maka bisa jadi pengawasan pajak akan lebih mudah karena warga negara juga udah ikutan care dengan aktif. Dan mudah2an bisa berkembang sistem perpajakan yg transparan, sampe ada fungsi re-fund pajak kaya di negara2 maju sana (kalo di sini kan masih teori tuh 😦 ).