Misc

Soal Hobby Baru

Yak, ini postingan sedikit gak penting, tapi mau pamer dikit lewat blog sambil menjawab pertanyaan2 org soal kegiatan gw di tempat gw sekarang.

Setelah gw berada di Balikpapan, gw punya beberapa hobby baru. Ini salah satu adjustment untuk merasa betah di kota kecil ini, dan menghadapi kenyataan betapa kecilnya kota ini dimana gw pasti ketemu ama org yg gw kenal di manapun gw berada 😀

1. Tennis
Gw mulai suka ama olahraga ini sejak ikutan kuliah tenis di kampus dulu. Sampe sekarang blom expert sih, tapi kayanya mendingan, paling gak bolanya selalu berhasil gw balikin. Ya..hasilnya kadang masuk, kadang keluar, kadang home run ampe keluar pager lapangan. Ups! :p Nah, sekarang makin sering karena untungnya kantor tempat gw sekarang punya banyak kegiatan olahraga, dan tenis sebagai salah satunya.

2. Travelling
Yg ini blom terlalu dijabani, masih banyak berupa rencana aja. Tapi sejak pindah kantor, at least bisa bikin rencana bareng ama temen. Minggu depan baru mulai implementasi awal, yaitu ke Bromo dan sekelilingnya 😀 Ini juga sebenernya modal nekat karena gw nyaris gak kenal ama temen2 seperjalanan gw, dan akhirnya salah satu temen gossip gw memutuskan ikut 🙂

3. Nonton Bioskop
Dari dulu emang udah suka, tapi gak sampe seminggu 2 kali kan… Nah, sekarang udah tiap minggu, minimal 1 kali. Buat nonton bioskop ini, gw sengaja gak bareng ama geng kantor supaya gak terlalu sempit lah pergaulan gw :p Tapi teteeup..sama para karyawan perusahaan minyak sebelah :p

4. Makan
Dari dulu gw emang udah suka makan dan ngemil. Tapi sekarang udah jadi rutinitas untuk ke restoran enak seminggu sekali atau dau kali. Mulut ama perut suka begaya, ‘Mau makanan enak!’. Hehehe 😀
Tiap minggu pasti gw ama temen2 week end akan makan di restoran yang cuma oke dimakan di malam minggu ato malam sabtu. Sebenernya oke di budget sih :p

5. Jogging
Nah, ini juga sama kaya kegiatan lainnya, bukan kegiatan baru tapi makin rutin dan juga didukung ama kantor. Di kantor ada yang namanya Jogging Never Dies Club. Acaranya adalah setiap hari selasa dan jumat, dengan track kantor-perumahan Pertamina-kantor. Lumayan lah buat ngejaga fungsi cardio, daripada harus ikut fitness 😀

6. Beli CD di Disctara
Tiap akhir bulan (abis gajian gitu loh), gw pasti beli CD di Balikpapan Plaza. Ampe mbak2 Disctara inget ama tampang gw. Tiap gw dateng, dia udah sigap nunjukin CD baru ber-genre jazz, soul, atau rock 😀

7. Health Club
Maxudnya health club adalah tempat yang menyediakan fasilitas kesehatan, yg biasanya berupa fitness center, kolam renang, spa, dan salon. Buat perawatan diri dari ujung kaki ke ujung rambutlah intinya 😀
Gw suka banget ke hotel deket kantor buat sekedar massage, creambath/hair spa, atau olahraga. Gw gak menyebut nama, takut dikira iklan :p Dibandingkan dari semua tempat yang menyediakan fasilitas serupa, menurut gw tempat ini punya pelayanan yang bagus dan dengan harga yang cukup terjangkau.
Gw gak terlalu suka ke salon mall karena ramai, pelayananannya masih payah, tapi harganya beda tipis ama tempat langganan. Lalu, untuk masalah massage, gw suka banget ama pijet kesehatan, bukan pijet cantik yang gak berasa sama sekali. Buat gw pijet yg enak adalah kalo gw bisa ampe ketiduran pas dipijet, berarti badan gw rilex dan gw gak usah cerewet nunjukin bagian mana yang perlu dipijet lebih.

Kegiatan jaman dulu yang pasti berkurang:
1. Belanja baju + sepatu
Seperti yg udah gw sebutkan sebelumnya, BPN is a small city, jadi variasi belanja udah pasti lebih sedikit. Lumayan juga, gw bisa berhemat untuk item ini, dan bisa nambahin budget buat travelling atau olahraga lagi. Belanjanya nungguin akhir tahun aja pas rata2 barang branded di JKT lagi clearance sale 😀

2. Pergi ke pameran
BPN juga cuma punya jumlah konsumen yg jauh lebih sedikit dari JKT, jadi pameran2 keren juga gak ada di sini, contohnya Inacraft atau pameran komputer gede-gedean.

3. Nyetir mobil sendirian
Gw udah mulai nyetir sendirian sejak kuliah, sekarang terpaksa absen, kecuali pas pulang ke rumah JKT. Sebabnya adalah gw gak ada mobil di BPN, dan males pinjem2 temen kaya org susah. Lho?! Hahahaha. Gak deng, tapi gak enak aja dikasi tanggung jawab ngejagain mobil org, dan gw blom terlalu ahli dalam merawat mobil.

4. Hang out ama temen cw
Kalo diliat list hobby baru di atas, hampir semua kegiatan gw lakukan bareng cowo. Temen cw gw di sini kebanyakan udah pada nikah 😀 Kalo lagi di JKT, asalkan tempat dan acaranya jelas, gw bisa ajak siapa aja, buat sekedar ngobrol, nyalon bareng, makan ato nonton bareng 😀

Dari kedua list itu sebenernya gak bisa terlalu dibandingkan karena kegiatan2 sebelum ke BPN itu adalah kegiatan di saat status gw masih mahasiswa (alias gak punya duit :p).

balikpapan, Journey, opini

Sulitnya Mencari Tempat Tinggal di Balikpapan

Seperti judulnya, memang sulit sekali untuk mencari tempat tinggal di Balikpapan. Kalau misalkan ada seseorang yang berkata bahwa mencari tempat tinggal di JKT sulit, org tersebut harus mencoba mencari tempat tinggal di BPN 😀

Bagi warga non-BPN yg mencari tempat tinggal berupa kos-kosan/rumah kontrakan/rumah baru di BPN, sebaiknya agak ‘menurunkan’ sedikit standar kenyamanannya, khususnya yg datang dari kota besar. Ini salah satu efek mikro dari gagalnya desentralisasi pembangunan *lebay* 😀 Kualitas tempat tinggal yg tidak bisa disamakan dengan kota besar lainnya adalah minimnya pihak pengelola pada detail. Misalnya kurang perhitungan apakah air hujan akan tampyas atau tidak, di mana letak jendela yg mengakomodir sinar matahari, dsb. Selain itu, lingkungan tempat tinggal yg sehat juga gampang2 susah. Kayanya kalau tempat tinggal dekat dengan tempat yg tidak pernah berhenti ramainya, gak enak juga. Ato di tempat yg akses keluarnya susah, juga males, terlebih lagi tidak punya kendaraan pribadi. Sayang lho tidak merasakan angkot (org sini nyebutnya taxi), karena gak seruwet rebutan M44 di Kampung Melayu :p

Mengawali karir di resource company, safety first minded nih :p Kalo milih tempat tinggal kalo bisa jangan di daerah padat penduduk, terutama yg akses jalannya agak2 susah. Karena mayoritas bangunan di daerah padat terbuat dari kayu, sehingga resiko kebakaran cukup besar (amit-amit ketok meja). Dalam kurun waktu beberapa tahun di BPN, terdapat 5 kebakaran yg saya lihat sendiri. Jadi, selain kenyamanan dan harga, hargailah keselamatan dan kesehatan lebih 🙂

Cerita tadi merupakan salah satu kisah orang yang bertempat tinggal di BPN dan mengharapkan kualitas yang baik dalam segi lingkungan, kebersihan, dan kenyamanan tempat tinggal. Kalau misalkan seseorang tidak memiliki standar-standar tertentu seperti saya untuk bertempat tinggal, akan jauh lebih mudah mencarinya. Akan tetapi, tingkat kesulitannya masih jauh lebih tinggi daripada mencari tempat tinggal di JKT.

Untuk mencari tempat tinggal berupa rumah di BPN, akan memiliki suka duka tersendiri lagi. Sebagai karyawan sekelas engineer di oil company masih akan kesulitan memiliki rumah di BPN. Selain faktor harga rumah yang tidak masuk akal dan bangunannya yg berkualitas biasa2 aja, tingkat kestabilan listrik dan kualitas air di BPN masih jelek. Sebuah rumah baru bisa lengkap ada air dari PDAM dan berlistrik PLN bisa2 makan waktu 2 thn 😦

Sebagai pendatang yang sudah menetap di sini selama hampir 2 tahun, masih sulit rasanya untuk memiliki kenyamanan di kota ini. Mati lampu, kualitas air yang buruk, dan banjir merupakan issue yang masih sulit diatasi. Saya tidak mengharapkan mall gemerlap, cafe atau club mutakhir di kota ini, tapi hanya kenyamanan hidup yang manusiawi.

Di sisi lain, kota ini masih nyaman dengan tingkat kemacetan yang kecil, tentu saja jika dibandingkan dengan JKT. Kondisi masih nyaman ini akan berubah menjadi tidak nyaman karena sangat kurangnya kesadaran manusia pengguna kendaraan di BPN. Memang gila lalu lintas di JKT, tapi di sini juga kurang waras. Contoh yang paling sering adalah 2 angkot berjalan sejajar agar kedua supir bisa mengobrol, begitu pula dengan motor. Saya sendiri merasakan perbedaan yang sangat significant antara BPN di tahun 2007 dan BPN di tahun 2009.

Journey, Love...Life...

People come, people go @ 2008

This is the 2008’s last day. Many things happened in this year, start from jobs, new rent room, friends, projects, to crush.

In the very beginning of 2008, the Orde Baru symbol finally passed away after a long time of sickness. He also was the 2nd president of Indonesia, don’t need to mention his name. Personally, I feel sad he’s passed away since he hasn’t opened the Indonesia mafioso cartel yet.

At the end of the 1st quarter, I had my first tender. Although it was an amateur one, i still feel happy getting know new people in consulting business. Still about projects, i did enjoy both of the projects, although i did a head-to-toe jobs by myself and without any real mentor. I do also feel so sad since both of the projects haven’t done yet or at stake to be precise.

In the middle of the year, i met some precious people. The first one is in the middle of europe with his family now and the second one is talking with through YM! now 😀 Both are precious in building and defining what i want to have as a career. SO fortunate to meet them. In the same time, i also had my biggest crush ever. The first time i spilled the idea of living together in the name of marriage, talked about what i wanted to be, and many private matters with him, it was the first time i felt like i’m a mature woman. Silly!! The fact that i’m very childish is still exist right now. Obviously, being with mas was so comfortable; jungle, camp, bar, mall, mess, office, crowded place, with drink, without drink, smoking area, non smoking area, or any other place on earth. We’ve said goodbye each other, but who knows what would happen next 🙂

At the beginning of the 4th quarter, my person, my partner in crime left Indonesia to pursue her master degree. Still a lil bit lonely since i can’t really make a phone call with her. Since she’s in europe now, i should make some money to visit her 😀 *wish me luck!*

balikpapan

Balikpapan Spots

Been living in the city for 13 months, at least i have some favorite spots 🙂

Let me start from Sepinggan airport area. Sepinggan airport has its airport taxi, but i prefer to have a normal taxi. Just go into Roti Boy shop and call Mawar Taxi (0542 874545). The taxi uses normal argo meter.

Take a direction to the central city, you’ll find Kepiting Dandito on the left side. The black pepper crab is good 😀 Not far from there, there’s the famous Kepiting Kenari. Don’t expect too much for services in Balikpapan, still worse than JKT :p It would be disaster for those who have allergic on seafood. Almost all of Balikpapan favorite menu are seafood 😀

Balikpapan also has some famous lounges and it feels so good to have some drink with friends there (or even having date :D).
1. The Open House @ Markoni Atas
It gives city view in some unique ambiance. It’s located on the top of a hill and built in some Balinese house.
2. The Ocean @ Ruko Bandar Balikpapan
Cozy place to have chit chat with family and friends.
3. Dapeen *located next to The Ocean*
I prefer The Ocean than Dapeen.

Those places are cozy, but not really good for your money 😀

Balikpapan does have some delicious menu. These are my favourite:
1. Bakso Sapi @ the central of the city
luv luv luv the baso tahu :p
2. Depot Simpang 4 @ Kebon Sayur
luv luv luv the fried prawn with mayo…nyum ^^
3. Nasi goreng semut merah *near Gran Senyiur*
it’s quite good food and less than 10K IDR :p

I kinda forgot some other places, but i enjoy visiting Blue Sky hotel health club for having spa and salon.

balikpapan

Majene Earthquake

Balikpapan, around 1.50 pm.

Tiba2 temen gw yg duduk di belakang gw teriak, “Eh gempa ya?!”. Hmm…masa si?! Itu si pikiran gw, blom sempet ambil napas lagi, gw bener2 ngerasain goyangan yg kencen banget dan gw ngeliatin emergency flash lighter yang juga goyang2 kenceng. Oke..gw jadi panik duluan, bingung mau segera kabur ato diem dulu aja.

Tiba2 presdir gw, teriak “OK, everybody go through the emergency stairs now!” dan detik itu juga gw tau kalo gw udah bener2 panik mode on! Warden tiap divisi udah berteriak2 memberikan informasi emergency stairs, keep cool, etc etc. Langsung ambil semua barang2 berharga gw, termasuk ijazah yg ada di laci meja gw. Turun lewat tangga sambil terus deg2an.

Nyampe bawah, langsung ada pengabsenan orang untuk tiap area dan satpam langsung ke pantai untuk memantau keadaan air laut. Thanks God! laut tidak memberikan sedikitpun gejala2 tsunami. Hampir 1 jam gw ada di muster point, karena pihak management harus bener2 memastikan kalo gedung udah dalam keadaan aman. Tapi sayangnya perusahaan lokal cuma berada di muster point selama 15-25 menit dan langsung bekerja. Padahal untuk memastikan gejala tsunami itu benar2 gak ada minimal harus dipantau selama 1 jam. Org safety bilang kalo gempa sebesar 5,8 skala rikhter berpusat di Majene, Sulawesi Selatan.

Jam 2.50 pm, kami semua diberitahu langsung oleh presdir agar kami segera pulang. Naik lagi ke atas pake tangga ke lantai 6, nyaris bengek >.< Ambil benda2 lain dan mengamankan laptop di laci, blom selesai mati2in, presdirnya udah ngusir2 gw segera pulang. Di detik.com dan metronews.com jam 3pm WITA blom ada kabar apapun mengenai gempa ini.

Pagi ini browsing dan memang benar informasi gempa kemarin itu dari Majene. Dan hari gw belajar pengetahuan baru tentang Pacific Ring of Fire.
800px-pacific_ring_of_fire.png

Ninety percent of the world’s earthquakes and 81% of the world’s largest earthquakes occur along the Ring of Fire.