Love...Life...

Who, or what, are you falling in love with?

Sometimes we simply don’t have any luck to meet/realize that person in the right time, it can be too fast or too late. We might have met that person, but we take that person for granted.

The Laughing Phoenix

After so many years observing people (and myself!) in the complicated game of love, I can say this: often times, you don’t fall in love with a person. You fall in love with something else.

Most often, people fall in love with their own imagination of the perfect man/woman. You meet somebody, you barely know him/her, and then you start imposing your own ideals of a soulmate onto the person. Problem begins when the illusion starts to shatter, and you start to see ‘the real him/her’. And tragically, you accuse the person of ‘having changed’ – although it was your own eyes which finally opened.

Often times, people fall in love not with a person, but a “way out”. You are feeling lonely, you just don’t want to be alone and miserable, and you see this person as a ‘solution’. Then, you are falling in love with the solution to your…

View original post 135 more words

Food, Recipe

Sup Brenebon – Red Bean Soup

Brenebon, originally Bruinebonen a Dutch terminology for red bean. It’s usually cooked with beef, ribs or pork. Here in KL, it’s not common to get this dish because, well, British culture is more rooted here (obviously :p). What i like from this dish is, it’s actually a thick soup because the read bean will add some layer for this soup. Back in JKT, my mom cooks it many times, always bring me into a better mood 🙂

Sup Brenebon First Attempt
Sup Brenebon First Attempt

So here’s the recipe, some twist from the original recipe in sajiansedap.com.

Ingredients:

  • beef, 250 gr, chop in dice (3cmx3cm)
  • potato, 1 big potato
  • read bean, 150 gr
  • tomato, 1, chop
  • carrot, 1
  • shallots, 3, chop
  • onions, 3, chop
  • chili paddy, 2 (whole)
  • vegetable oil, 1 tea spoon
  • margarine, 1 spoon
  • celery, tie a knot
  • onion spring, chop
  • salt, pepper, nutmeg

How To Cook:

  1. Wash beef in running water until all blood gone.
  2. Put clean beef in a pan with 1 L++ water, boil it in low temperature stove. Some bubble will effervesce on the surface, throw away those bubble using spoon. Some will keep those bubble, but I won’t. I believe it’s some remaining blood from inside the beef. Continue boiling the beef in low temperature stove. Add the vegetable oil into beef pan. Notes: vegetable oil helps soften the beef.
  3. In another pan, boil the red bean until it turns a bit soft (+/- 10 minutes). Rinse the water, put inside beef pan.
  4. Fry shallots and onions using margarine until they turn golden and smell deliciously 🙂
  5. Put fried shallots and onions, celery, chili paddies and tomato into beef pan. Wait until boil.
  6. Put salt, pepper and nutmeg into beef pan. Taste it, you are free to add/reduce them as you like it 🙂
  7. Put carrot and potato into beef pan, wait +/- 5 minutes.
  8. Serve the soup in a bowl and sprinkle it with onion spring.

Happy Eating! 🙂

opini, Works

Musim Pelaporan Pajak

Bulan April sudah hampir habis, periode sibuk2nya LHDN (dinas pajak Malaysia). Semua sambungan telepon LHDN cabang manapun sibuk terus dari jam 8 pagi sampai 5 sore. Ini tahun pertama saya melaporkan pajak di negara selain Indonesia. Rasanya, seneng gak pake ribet plus gak pake misuh2 (ngomel2 dalam bahasa jawa-red). Mudah2an seterusnya juga seneng kaya gini 🙂 Sejak tahun 2007, NPWP saya sudah aktif, yg artinya saya wajib melaporkan pajak di Indonesia sejak 2008. Kalau di Indonesia, batas pelaporannya sampai akhir Maret tahun berikutnya. Setiap form 1721-A1 dibagiin dari kantor, rasanya cuman bisa misuh2 pas ngeliat angka pajak yg dibayarkan. Angkanya gak seberapa sih dibandingin banyak orang, tapi perasaan gak rela ‘menyumbangkan’ hasil kerja keras dimarahin boss/client selama setahun buat disalahgunakan oleh siapapun pihak yg bisa menyelewengkan uang pajak 😦 Jalan tetep rusak, public transport tetep jelek, kesehatan tetep dikuasain mafia, sekolah tetep mahal, dst dst dst.

Diambil dari http://rumuslengkap.com/excel-logika/cara-menghitung-pajak-pph-21-dengan-excel/
Bracket dan PTKP di Indonesia

Bosen ah misuh2 terus soal uang pajak 😀 Pada dasarnya lapor pajak di Indonesia dan Malaysia mirip banget, yg beda adalah komponen2 pelaporannya. Mirip dari sama2 punya no E-FIN (ID) atau PIN E-Filing (MY), sama2 isi online yg namanya mirip juga (E-Filing), dan sama2 terima form 1721-A1 (ID) atau EA Form (MY). Sekarang bedanya (yg bikin ngenes):

  • PTKP di ID max 30-an juta untuk K/3, sedangkan di MY 36ribuan ringgit atau sekitar 130-an juta
  • Komponen pengurangan pajak di ID dan MY pada dasarnya mirip2, dari mulai jamsostek atau EPF, jumlah tanggungan. Tapi, tanggungan yg diakui oleh kerajaan MY including orang tua dan saudara kandung, gak cuman spouse dan anak. Beli majalah/buku/komputer/alat olahraga juga bisa ngurangin pajak dengan harga maksimal yg masing2 beda2. Tapi kan tetep aja, ngurangin pajak judulnya. Eh maap, jadi misuh2 lagi. Bahkan ya sampai tahun 2014, cicilan KPR juga bisa ngurangin pajak. Hiks.
  • Pengembalian pajak. Setelah ribet2 ngumpulin kuitansi pembelian2 pengurangan pajak ini tentu aja kelebihan pajak dikembalikan ke wajib pajak. Ngembaliinnya juga gak pake lama, gak pake ribet, gak pake harus ketemu mas2/bapak2/ibu2/mbak2 petugas pajak *susah cyiin ngomongnya harus Bahasa Melayu*. Ini yg sama sekali gak pernah saya rasain di ID. Hiks. Perih, perih….#eh
Diambil dari http://savemoney.my/personal-income-tax-malaysia-2014
Perkiraan pajak status single di MY tahun 2014

Kira2 sih itu perbedaan yg buat saya pribadi adalah perbedaan yg significant. Informasi soal pajak di MY bisa dicari di google, banyak banget source2nya dan penjelasannya gamblang dan mudah, contohnya di booklet dari PWC ini. Informasi pajak ID bisa dicari di google juga sih, tapi saya masih sering gagal paham 😦 Ato mungkin saya yg sudah malas cari tau :p << jangan diikutin :p

Local, Recipe

Mais Frikadel a.k.a Perkedel Jagung

Another recipe! yeay! 🙂

Lots of my friends are my fans for this recipe. In Indonesia, we call it ‘Perkedel Jagung‘.

Ingredients:

  • 2 sweet corns
  • 8 white onions
  • 2 shallots
  • 1 cm ginger
  • 1 candleberry tree (or replace it with 2 extra white onion and a bit of nutmeg)
  • Spring onions
  • 2 chili
  • Salt, pepper, sugar, coriander
  • 10 small fresh prawns
  • 1 egg
  • flour & rice flour

Seasoning:

  • Make a puree for white onions, shallots, ginger, candleberry tree, salt, pepper, sugar, and coriander. I don’t use any blender to make this puree. I use the real cobek 🙂
  • Mince spring onions, chili, and prawn
Cobek/Ulekan/Munthu - Indonesian traditional hand blender
Cobek/Ulekan/Munthu – Indonesian traditional hand blender

Processing:

  1. Peel all sweet corns in a bowl in small pieces. Make sure there is no 1 big peel of corn to avoid small explosions during frying.
  2. Mix corn and seasoning
  3. Put egg on the corn and seasoning, mix
  4. Mix all flours to corn. Don’t give too much flour on the dough, just enough to incorporate everything
  5. Prepare pan and oil to fried
  6. Put 1 spoonful of the dough on the frying pan, cook it until it turns to gold.

Put the remaining dough in refrigerator, max 2 days only.

perkedelJagung
Picture taken from Kaskus 🙂

Best served when it’s warm with chili paddy. Yum! 🙂 🙂

Journey

Sulitnya Mencari Tempat Tinggal di Kuala Lumpur – Part 2

Saya kira ketika menuliskan pengalaman cari tempat tinggal di sini semua yg pait2 udah dilewatin. Ternyata, belum dimulai 😦

Di tengah tahun 2014, pertama kali pindah ke KL, saya cukup beruntung menemukan kamar kosong di salah satu unit condominium daerah KLCC dengan harga yg sesuai dengan budget. Saya kira keberuntungan itu merupakan penutup perjalanan cari tempat tinggal di sini, ternyata tidak sodara2.

Perjalanan dimulai ketika saya harus pindah ke tempat baru di bulan Maret 2015, sehingga saya sudah sibuk mencari tempat tinggal dari December 2014. Sebagai planner, saya sudah mulai cek-cek tempat di berbagai situs, mulai dari mudah.com.my, ibilik.com.my, iproperty, propwall, pasang iklan ‘Cari Kamar’ di milis IndoKL, you name it. Puluhan sms saya kirimkan ke advertisernya, semua isinya sama:

Hi, is your place still available? I’m female, single, Indonesian. Plan to move in on March 2015.

Gak ada yg bales 😦

Akhirnya salah satu sms dibales, dan ditelp. Dari situs ibilik untuk salah satu condominium area KLCC. Saya sms karena harganya agak miring, walaupun di condo yg sudah agak tua. Saya datangi, ketemu orangnya, deal, transfer uang di akhir December 2014. Hati senang, akhirnya dapet tempat yg masih area KLCC.

1 Maret 2015, saya sudah siap2 pindahan, ternyata:

Rani, you can not move. The old tenant is still there. So if you don’t any place, you can stay with me for this night.

Btw, ‘owner’nya ini nenek2 ya…. Dari December 2014 – Feb 2015, saya sudah melakukan transaksi yg meng-cover 2.5 bulan deposit dan 2 bulan sewa, it wasn’t a small amount of money, for me at least. Temen2 yg bener, juga udah suspicious ama permintaan uang sewa 3 bulan sebelum saya resmi menempati tempat baru. Ada bagian yg di-bold, karena saya juga pernah berinteraksi ama ‘temen2 yg ternyata gak bener’. Saya tetap PD melakukan transaksi itu karena ‘hey, ini urusan ama nenek2, masa ya tukang tipu‘. Yeah..it doesn’t sound like me eh? Mungkin ini efek ‘pernah-interaksi-ama-temen2-yg-gak-bener’.

Si nenek2 ini punya beribu alasan untuk minta saya transfer uang terus. Akhirnya ketika statement kalo saya gak bisa nempatin, saya langsung lapor polisi. Saya skip bagian dramanya bikin polis report di sini. Intinya saya bikin report sebagai jaminan saya akan mendapatkan kembali uang saya di keesokan harinya. Alhamdulillah uang saya keesokan harinya kembali 100% dengan 6 kali transaksi. Gak tau deh dia nipu siapa buat balikin uang saya.

Uang memang kembali, tapi saya gak punya tempat tinggal 😦 Alhamdulillah, sepertinya doa ibu saya didengar oleh Tuhan 🙂 Saya punya tempat tumpangan dulu, dan saya juga dipertemukan lagi dengan 2 teman lama yg juga lagi cari tempat tinggal baru, dan sekarang 2 teman lama ini menjadi housemate saya 🙂

Morale of story nya adalah:

  1. Di KL kalo cari tempat tinggal jangan jauh2 hari. Orang2 yg pernah saya sms dari December baru membalas sms saya dari bulan Feb’15 awal.
  2. Jangan gampang percaya ama generalisasi etnis/suku. Kalo lagi apes ketemu tukang tipu, ya apes aja.
  3. Harus legowo kalo budget terbatas, jgn so’2 cari harga miring
  4. Keberuntungan itu sifatnya terbatas, gak selamanya beruntung (gak nyambung ya ama 3 point sebelumnya :p)